NUSAMELAKA.COM, KOTA JAMBI – Pemerintah Kota Jambi menggelar kegiatan tanam serentak padi ladang (gogo) tahun 2026 di Kelompok Tani Kasturi, Simpang III Sipin, Sabtu (11/4/2026). Kegiatan ini melibatkan sekitar 500 anggota Pramuka sebagai bagian dari upaya mendorong partisipasi generasi muda dalam sektor pertanian.
Wali Kota Jambi, Maulana, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah percepatan pencapaian target Luas Tambah Tanam (LTT) yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
“Untuk mengakselerasi pencapaian target tersebut, kita lakukan berbagai upaya, salah satunya dengan penanaman padi ladang seluas 9 hektare,” ujarnya.
Ia menjelaskan, target LTT Kota Jambi pada tahun 2026 mencapai 654 hektare, sementara realisasi yang direncanakan baru 529 hektare.
Selain penanaman padi gogo, Pemkot Jambi juga mengembangkan inovasi pertanian melalui teknologi SALIBU yang memungkinkan panen lebih dari satu kali dalam satu siklus tanam. Teknologi ini telah diterapkan di lahan seluas sekitar 150 hektare.
Menurut Maulana, penguatan sektor pertanian tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi, tetapi juga menjaga stabilitas harga pangan.
“Langkah-langkah seperti pasar murah dan sidak gabungan merupakan bentuk nyata kepedulian bersama dalam menjaga stabilitas harga,” katanya.
Ia menambahkan, ketahanan pangan merupakan bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus mendukung program nasional.
Dalam kesempatan itu, Maulana juga mengungkapkan capaian inflasi Kota Jambi yang relatif stabil. Pada Maret 2026, tercatat deflasi sebesar -0,22 persen secara bulanan, dengan inflasi tahunan sebesar 2,96 persen.
“Capaian ini menempatkan Kota Jambi sebagai daerah dengan tingkat inflasi paling stabil di Provinsi Jambi,” ungkapnya.
Ia mengapresiasi peran Kelompok Tani Kasturi yang telah memanfaatkan lahan tidur menjadi lahan produktif dan berharap langkah tersebut dapat diikuti kelompok tani lainnya.
Sementara itu, Ketua Kwartir Cabang Pramuka Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, menilai keterlibatan Pramuka dalam kegiatan ini memiliki nilai edukatif bagi generasi muda.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif ini. Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini juga memiliki nilai edukasi,” ujarnya.



















