NUSAMELAKA.COM, JAMBI – Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, mengkritik pola pembahasan program pembangunan daerah yang dinilai terlalu terburu-buru. Kritik itu disampaikannya saat Musrenbang RKPD 2027 Kota Jambi berlangsung.
Menurut Faried, DPRD sering menerima jadwal pembahasan usulan program hanya beberapa hari sebelum pembahasan dilakukan. Situasi itu membuat anggota dewan tidak memiliki cukup waktu untuk mempelajari substansi program secara mendalam.
Ia mengatakan kondisi tersebut sangat berbahaya bagi kualitas pembangunan daerah karena pembahasan anggaran membutuhkan kajian matang agar program benar-benar tepat sasaran.
Faried menilai sistem seperti itu tidak sehat dalam proses pemerintahan dan harus segera diperbaiki oleh Bapperinda sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam perencanaan pembangunan daerah.
“Kadang hanya tiga sampai empat hari dibahas. Dengan waktu sesingkat itu tentu kualitas pembahasan tidak bisa optimal,” katanya.
Selain itu, ia juga mengaku sering merasa serba salah di internal DPRD akibat keterlambatan jadwal yang disampaikan pihak perencana pembangunan.
Menurutnya, transparansi dan ketepatan waktu sangat penting agar DPRD dapat menjalankan fungsi kontrol secara maksimal terhadap setiap program pemerintah daerah.
“Kami ini ingin pembahasan dilakukan serius karena menyangkut kebutuhan masyarakat Kota Jambi,” tegasnya.
Faried berharap ke depan seluruh proses perencanaan dan pembahasan pembangunan dilakukan lebih terbuka, terukur, dan melibatkan komunikasi yang lebih baik antara pemerintah daerah dan DPRD.(*)



















