• Latest
  • All
  • Artikel
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum

Mencari Penghidupan Sebanggol Sehari Dibumi Melayu Jambi

15/05/2025

Fahrul Ilmi Minta Kebijakan WFH di Tengah Kabut Asap yang Semakin Pekat

22/10/2026

Armada Patroli Minim, DPRD Kota Jambi Khawatir Mobilitas Satpol PP Jambi Terganggu Saat Respons Laporan Warga

30/09/2026

DPRD Jambi Soroti Gizi Siswa Miskin: Jangan Cuma Edukasi, Beri Bantuan Makanan Bergizi

29/09/2026

Maulana Bagikan Praktik Kampung Bahagia, Tekankan Partisipasi dan Gotong Royong dalam Pembangunan

25/09/2026

Jelang Healthy Cities Summit 2026, Pemkot Jambi Bekali 500 Lebih LO untuk Sukseskan Penyelenggaraan

25/09/2026

Pemkot Jambi Serahkan Santunan JKM Rp42 Juta kepada Ahli Waris Ketua RT 54

24/09/2026

Pemkot Jambi Perkuat Perlindungan Hukum bagi UMKM dan Pelaku Ekonomi Kreatif

24/09/2026

DPRD Kota Jambi Soroti Dugaan Penolakan Pasien BPJS di RS Siloam, Komisi IV Siapkan Langkah Lanjutan

23/09/2026

Polemik Zona Merah 5.506 Sertifikat Warga Terdampak, DPRD Kota Jambi Desak Kepastian Hukum

23/09/2026

Komisi III DPRD Kota Jambi Sepakati Penataan Shelter Molby

23/09/2026
Nusa Melaka
No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • Peristiwa
  • OPINI
  • ARTIKEL
Nusa Melaka
No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • Peristiwa
  • OPINI
  • ARTIKEL
Home Opini

Mencari Penghidupan Sebanggol Sehari Dibumi Melayu Jambi

by Mimin
15/05/2025
in Opini
0

TAJOM.ID – Bisa diungkapkan bahwa Jambi adalah tanah serpihan dari surga, mungkin juga kita sering mendengar ungkapan “apo yang dak ado dijambi”diartikan “apa yang tidak ada dijambi” itulah ungkapan yang ditunjukan untuk menggambarkan kekayaan yang ada diprovinsi Jambi.

Namun, dalam kenyataannya kekayaan alam jambi tidak dibarengi dengan keadaan manusia yang hidup diatasnya. Masih banyak masyarakat jambi yang masih belum mampu untuk menunjang kehidupan sehari-harinya diprovinsi Jambi.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) juga disebutkan lebih dari 272.200 rakyat jambi berada dijurang kemiskinan per maret 2023-september 2024 dengan garis kemiskinan sebesar Rp.658.100.

Dalam proses perhitungan BPS untuk menentukan seseorang dikatakan miskin atau tidak adalah menggunakan metode Basic Needs Approve atau pemenuhan kebutuhan dasar yang diperlukan oleh rumah tangga baik makan maupun non makan yang tidak dipenuhi sehingga diasumsikan kemiskinan.

Kita akan teringat kepada tulisan Soekarno di Majalah Fikiran Ra’jat No. 21, 18 November 1932. Dalam majalah yang dipimpinnya itu, yang dimaksudkan sebagai alat pendidikan bagi kaum Marhaen, Soekarno menulis artikel berjudul, Orang Indonesia Tjoekoep Nafkahnja Sebenggol Sehari?.

Tulisan itu penuh kemarahan, kemarahan seorang pemimpin sekaligus seorang anak bangsa yang tidak terima manusia sebangsanya dihinakan oleh pejabatnya Direktur Binnenlandsch Bestuur (BB), atau semacam Menteri Dalam Negeri saat ini, apalagi oleh seorang pejabat pemerintahan kolonial yang berkata ”ternyata, bahwa kini satu orang yang dewasa bisa cukup dengan makan sebenggol sehari”.

Jika Sebenggol sehari yang diartikan sebagai hanya cukup makan untuk satu hari yang dijadikan acuan penentuan kaum miskin dan apabila mampu menunjang kebutuhan lain non-makanan dikatakan berkecukupan adalah sebuah kesalahan bepikir yang sangat fatal.

Seperti apa yang dituliskan bung karno pejabat tidak benar-benar memahami kondisi kaum marhaen. Pemerintah saat ini masih berpikir bahwa selama masih makan dan membeli baju berarti masih berkecukupan. Mereka tidak memahami antara cukup atau terpaksa cukup menjalani kehidupan yang demikian.

Jika kita berpandangan kaum miskin sebagaimana pandangan Bung Karno tentang kaum marhaen tentu kita lebih tahu betul siapa sebenarnya yang dikatakan miskin. Menurut Bung Karno Kaum Marhaen adalah kaum miskin yang tertindas oleh sistem yang menghisap, kaum miskin yang hanya bisa hidup dari hasil yang dikerjakan untuk menghidupin kebutuhan sehari-hari tetapi jika ada kebutuhan lain kaum marhaen harus bekerja lebih dari pekerjaan sebelumnya.

Contoh sepasang suami istri yang dimana sisuami seorang kepala keluarga yang bekerja sebagai petani dan penghasilannya cukup untuk membeli makanan sehari-hari atau memenuhi kebutuhan primer.

Ketika suami istri tersebut memiliki anak yang kemudian akan tumbuh besar dan harus sekolah sipetani akan mencari pekerjaan tambahan untuk memenuhi kebutuhan anaknya. Jika ada kebutuhan lain seperti tiba-tiba anggota keluarganya sakit maka sisuami harus meningkatkan pekerjaannya kembali begitupun seterunya.

Pandangan Bung Karno untuk melihat siapa si miskin yang disebut kaum marhaen ini sangat-sangat dibutuhkan pejabat untuk memang betul-betul memahami kondisi rakyatnya. Dan agar pemerintah mampu memahami kata antara cukup atau terpaksa cukup.

Dengan kekayaan alam Jambi yang begitu melimpah namun jika rakyatnya masih tidak mampu memenuhi kebutuhannya maka percayalah kita benar-benar belum merdeka.

Penulis : Leni Yuliana Rusadi

Tags: DPC GMNI JambiGmnIJambiUnited Stated
Share203Tweet127SendScan
Previous Post

Diduga Coreng Nama Baik Golkar, DPP Golkar Didesak Pecat Cek Endra

Next Post

Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Teguh Indonesia Dukung Kemerdekaan Palestina di Forum PUIC

Related Posts

Perwakilan Mahasiswa Apresiasi Keterbukaan Pemerintah dalam Dialog di Istana Negara

by Mimin
05/09/2025
0

TAJOM.ID, JAKARTA - Para perwakilan mahasiswa dari berbagai organisasi menyampaikan apresiasi atas keterbukaan pemerintah dalam menerima aspirasi mereka. Hal ini...

Budayakan Kebersihan Lingkungan, PTPN IV Regional 4 Serahkan Kendaraan Angkut Sampah

by Mimin
03/09/2025
0

TAJOM.ID, JAMBI - PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) Regional 4 Jambi menunjukkan kepeduliannya terhadap kebersihan lingkungan. Melalui program Tanggung...

Momentum HUT RI, DPP GMNI sebut siap jadi garda terdepan

by Mimin
17/08/2025
0

TAJOM.ID, JAKARTA— Delapan puluh tahun telah berlalu sejak bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya—buah dari perjuangan berdarah, air mata, dan tekad tak...

Next Post

Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Teguh Indonesia Dukung Kemerdekaan Palestina di Forum PUIC

Gubernur Al Haris Temui Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Bahas Rencana Hibah ANHA untuk Kelola Danau Sipin

Polresta Jambi Kawal Program Ketahanan Pangan Bergizi Lewat Pengecekan Lokasi P2B

Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Dorong Pembangunan Daerah, Bupati Muaro Jambi Audiensi dengan Menteri PUPR

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Arsip

Kalender

November 2026
SSRKJSM
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30 
« Okt    
Nusa Melaka

Copyright © 2025 NusaMelaka.com

  • Beranda
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Tentang Kami
  • Perlindungan

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • Peristiwa
  • OPINI
  • ARTIKEL

Copyright © 2025 NusaMelaka.com