• Latest
  • All
  • Artikel
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum

RPJMD Sarolangun 2025–2029: Antara Visi MAJU dan Realitas Tantangan Pembangunan

11/06/2025

Fahrul Ilmi Minta Kebijakan WFH di Tengah Kabut Asap yang Semakin Pekat

22/10/2026

Armada Patroli Minim, DPRD Kota Jambi Khawatir Mobilitas Satpol PP Jambi Terganggu Saat Respons Laporan Warga

30/09/2026

DPRD Jambi Soroti Gizi Siswa Miskin: Jangan Cuma Edukasi, Beri Bantuan Makanan Bergizi

29/09/2026

Maulana Bagikan Praktik Kampung Bahagia, Tekankan Partisipasi dan Gotong Royong dalam Pembangunan

25/09/2026

Jelang Healthy Cities Summit 2026, Pemkot Jambi Bekali 500 Lebih LO untuk Sukseskan Penyelenggaraan

25/09/2026

Pemkot Jambi Serahkan Santunan JKM Rp42 Juta kepada Ahli Waris Ketua RT 54

24/09/2026

Pemkot Jambi Perkuat Perlindungan Hukum bagi UMKM dan Pelaku Ekonomi Kreatif

24/09/2026

DPRD Kota Jambi Soroti Dugaan Penolakan Pasien BPJS di RS Siloam, Komisi IV Siapkan Langkah Lanjutan

23/09/2026

Polemik Zona Merah 5.506 Sertifikat Warga Terdampak, DPRD Kota Jambi Desak Kepastian Hukum

23/09/2026

Komisi III DPRD Kota Jambi Sepakati Penataan Shelter Molby

23/09/2026
Nusa Melaka
No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • Peristiwa
  • OPINI
  • ARTIKEL
Nusa Melaka
No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • Peristiwa
  • OPINI
  • ARTIKEL
Home Opini

RPJMD Sarolangun 2025–2029: Antara Visi MAJU dan Realitas Tantangan Pembangunan

by Mimin
11/06/2025
in Opini
0

TAJOM.ID  – Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sarolangun untuk periode 2025–2029 menjadi tonggak penting di awal kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati terpilih, Hurmin dan Gerry Trisatwika. Rencana ini bukan sekadar dokumen formal birokrasi, melainkan peta jalan pembangunan daerah lima tahun ke depan yang akan sangat menentukan nasib masyarakat Sarolangun.

Namun, apakah RPJMD ini benar-benar akan menjadi panduan yang menyelesaikan persoalan struktural daerah, atau justru menjadi sekadar rangkaian janji politik yang kehilangan arah saat masuk tahap implementasi?

Dalam proses penyusunannya, seperti yang disampaikan oleh Plt. Kepala Bappeda Sarolangun, Hj. Maria Susanti, RPJMD ini telah melewati Forum Konsultasi Publik (FKP) dan akan segera dikonsultasikan ke DPRD serta Pemerintah Provinsi Jambi.

Penyusunan ini juga berpedoman pada Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 dan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2025. Secara administratif dan prosedural, ini patut diapresiasi. Akan tetapi, persoalan pembangunan tidak cukup diselesaikan melalui prosedur teknokratis semata.

Visi “Sarolangun MAJU” memang terdengar inspiratif. Namun, keberhasilan visi ini bergantung sepenuhnya pada bagaimana misi yang diturunkan diterjemahkan ke dalam kebijakan yang konkret, tepat sasaran, dan mampu menjawab persoalan mendasar di lapangan.

Misalnya, misi untuk membangun kemandirian ekonomi berbasis potensi sumber daya lokal terdengar ideal, tetapi belum ada penjelasan lebih lanjut bagaimana misi ini akan berhadapan dengan realitas dominasi ekonomi ekstraktif seperti industri sawit yang merusak lingkungan, atau bagaimana menghadapi ketimpangan ekonomi antar wilayah di kabupaten ini.

Lebih lanjut, perlu dikritisi apakah visi dan misi dalam RPJMD ini telah merespons peristiwa besar yang terjadi belum lama ini: banjir besar di awal 2024. Apakah penyusunan RPJMD mempertimbangkan kegagalan pengelolaan lingkungan yang menjadi akar banjir tersebut?

Apakah pembangunan infrastruktur yang dicanangkan benar-benar berbasis mitigasi bencana dan pemulihan ekosistem? Atau malah mengulang pola pembangunan yang eksploitatif dan reaktif?

Sejauh ini, belum tampak keberanian dalam RPJMD untuk secara eksplisit menyentuh persoalan sensitif seperti pengawasan terhadap ekspansi perkebunan sawit yang selama ini menjadi penyumbang kerusakan lingkungan di Sarolangun.

Padahal, banjir dan kerusakan ekologis tidak bisa hanya diselesaikan melalui slogan pembangunan infrastruktur atau pelayanan publik yang cepat tanggap. Diperlukan pendekatan yang lebih ekologis dan berkelanjutan, termasuk implementasi nyata dari kebijakan seperti ISPO dan RAD-KSB.

Di sisi lain, komitmen pada “pelayanan publik yang berorientasi cepat dan berakhlak” hanya akan menjadi jargon jika tidak disertai reformasi birokrasi secara menyeluruh. Masyarakat Sarolangun membutuhkan pemerintahan yang responsif, transparan, dan benar-benar hadir menyelesaikan persoalan rakyat kecil—bukan hanya sibuk menyusun dokumen, rapat koordinasi, dan seremonial formal.

Akhirnya, kita sebagai masyarakat sipil, termasuk kalangan mahasiswa, harus mengawal RPJMD ini agar tidak menjadi dokumen elitis yang hanya diketahui oleh segelintir pejabat. RPJMD harus dibuka secara luas untuk publikasi dan kritik. Rencana yang baik adalah rencana yang hidup dalam partisipasi masyarakat, bukan yang mati di meja birokrasi.

RPJMD adalah janji. Tapi janji itu hanya akan bermakna jika ditepati melalui kerja nyata dan keberanian menghadapi kenyataan. Jika tidak, maka RPJMD Sarolangun 2025–2029 hanya akan menjadi catatan panjang dari daftar mimpi yang tidak pernah terwujud.

Penulis : Muhammad Okta Prihatin | Mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas Jambi

Tags: Opini MahasiswaUniversitas Jambi
Share206Tweet129SendScan
Previous Post

Unit Serigala Polsek Singkut Tangkap Spesialis Bongkar Rumah Pelaku Curanmor

Next Post

Pemerintah Tegaskan Komitmen Selesaikan Masalah Sampah Sebelum 2029

Related Posts

Paradoks “Angka Keramat” 5 Persen: Menguji Daya Tahan Kelas Menengah di Tengah Transformasi Ekonomi 2025

by Mimin
18/12/2025
0

Oleh : Ima Siti Fatimah TAJOM.ID, JAKARTA – Ekonomi Indonesia menutup tahun 2025 dengan sebuah catatan stabilitas yang unik. Di...

Presiden BEM UNJA: Jangan Klaim Sepihak, BEM UNJA Tak Pernah Bergabung dengan BEM Nusantara Jambi

by Mimin
23/10/2025
0

TAJOM.ID, JAMBI - Menjelang pelantikan pengurus baru BEM Nusantara Jambi yang dijadwalkan pada 25 Oktober 2025, kritik tajam datang dari...

100 Hari Kepemimpinan Al Haris, HMI Korkom Unbari: Bukan Jambi Mantap, Tapi Jambi Gelap

by Mimin
13/06/2025
0

TAJOM.ID, JAMBI - 20 Februari 2025 lalu Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik seluruh kepala daerah se-Indonesia yang telah ditetapkan...

Next Post

Pemerintah Tegaskan Komitmen Selesaikan Masalah Sampah Sebelum 2029

Presiden Pimpin Rapat Bahas Kesiapan Pembangunan Giant Sea Wall di Pantura

Presiden Prabowo Resmi Buka Indo Defence 2025 Expo & Forum

Presiden Prabowo Resmi Buka Indo Defence 2025, Tegaskan Pentingnya Pertahanan untuk Keselamatan Bangsa

Presiden Prabowo Resmikan Kendaraan Listrik Taktis MV3-EV “PANDU” Produksi PT Pindad

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Arsip

Kalender

November 2026
SSRKJSM
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30 
« Okt    
Nusa Melaka

Copyright © 2025 NusaMelaka.com

  • Beranda
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Tentang Kami
  • Perlindungan

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • Peristiwa
  • OPINI
  • ARTIKEL

Copyright © 2025 NusaMelaka.com