• Latest
  • All
  • Artikel
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum

Paradoks “Angka Keramat” 5 Persen: Menguji Daya Tahan Kelas Menengah di Tengah Transformasi Ekonomi 2025

18/12/2025

Fahrul Ilmi Minta Kebijakan WFH di Tengah Kabut Asap yang Semakin Pekat

22/10/2026

Armada Patroli Minim, DPRD Kota Jambi Khawatir Mobilitas Satpol PP Jambi Terganggu Saat Respons Laporan Warga

30/09/2026

DPRD Jambi Soroti Gizi Siswa Miskin: Jangan Cuma Edukasi, Beri Bantuan Makanan Bergizi

29/09/2026

Maulana Bagikan Praktik Kampung Bahagia, Tekankan Partisipasi dan Gotong Royong dalam Pembangunan

25/09/2026

Jelang Healthy Cities Summit 2026, Pemkot Jambi Bekali 500 Lebih LO untuk Sukseskan Penyelenggaraan

25/09/2026

Pemkot Jambi Serahkan Santunan JKM Rp42 Juta kepada Ahli Waris Ketua RT 54

24/09/2026

Pemkot Jambi Perkuat Perlindungan Hukum bagi UMKM dan Pelaku Ekonomi Kreatif

24/09/2026

DPRD Kota Jambi Soroti Dugaan Penolakan Pasien BPJS di RS Siloam, Komisi IV Siapkan Langkah Lanjutan

23/09/2026

Polemik Zona Merah 5.506 Sertifikat Warga Terdampak, DPRD Kota Jambi Desak Kepastian Hukum

23/09/2026

Komisi III DPRD Kota Jambi Sepakati Penataan Shelter Molby

23/09/2026
Nusa Melaka
No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • Peristiwa
  • OPINI
  • ARTIKEL
Nusa Melaka
No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • Peristiwa
  • OPINI
  • ARTIKEL
Home Daerah

Paradoks “Angka Keramat” 5 Persen: Menguji Daya Tahan Kelas Menengah di Tengah Transformasi Ekonomi 2025

by Mimin
18/12/2025
in Daerah
0

Oleh : Ima Siti Fatimah

TAJOM.ID, JAKARTA – Ekonomi Indonesia menutup tahun 2025 dengan sebuah catatan stabilitas yang unik. Di tengah guncangan geopolitik dan fragmentasi perdagangan global, mesin ekonomi nasional tetap konsisten beroperasi pada level “angka keramat” 5 persen. Namun, di balik angka makro yang nampak kokoh ini, terdapat pergeseran struktural dan tekanan pada kesejahteraan riil yang menuntut perhatian lebih dari sekadar statistik pertumbuhan.

Stabilitas di Atas Fondasi yang Melandai

Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) mengonfirmasi bahwa pertumbuhan ekonomi pada triwulan III-2025 mencapai 5,04 persen. Meski angka ini sedikit melambat dibandingkan capaian triwulan II sebesar 5,12 persen, realisasi tersebut tetap berada di atas ekspektasi pasar. Jika ditarik garis dari tahun 2023 yang tumbuh 5,05 persen dan tahun 2024 sebesar 5,03 persen, Indonesia menunjukkan ketahanan yang luar biasa dibandingkan rata-rata negara berpendapatan menengah lainnya.

Sektor manufaktur menjadi pahlawan di sisi produksi dengan pertumbuhan 5,54 persen, didorong oleh peningkatan permintaan produk logam dasar akibat kebijakan hilirisasi yang mulai matang. Namun, anomali terjadi di sektor pertambangan yang justru terkontraksi 1,98 persen pada triwulan III-2025, dipicu oleh penurunan harga nikel global dan hambatan operasional pada komoditas tembaga.

Dilema Kelas Menengah: Pertumbuhan Tanpa Kenaikan Upah?

Laporan Indonesia Economic Prospects (IEP) dari Bank Dunia pada Desember 2025 menyuntikkan realitas pahit ke dalam narasi pertumbuhan ini. Meskipun ekonomi tumbuh stabil, kualitas lapangan kerja masih menjadi tantangan besar. Tercatat bahwa antara tahun 2018 hingga 2024, upah riil di Indonesia justru mengalami penurunan rata-rata 1,1 persen per tahun.

Kondisi ini menciptakan sentimen pesimisme pada ekspektasi penghasilan konsumen, yang tercermin dalam penurunan indeks dari 135,4 menjadi 133,2 pada pertengahan tahun.

Jangkar Kebijakan: Antara Stimulus MBG dan Disiplin BI

Menghadapi tekanan pada daya beli, pemerintah meluncurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu instrumen stimulus. INDEF memperkirakan program ini mampu menyumbang tambahan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,10 persen pada 2025 dan menyerap sekitar 820.000 tenaga kerja baru di sepanjang rantai pasok lokal.

Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) tetap mengambil posisi waspada namun akomodatif. Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Desember 2025, BI memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) pada level 4,75 persen. Kebijakan ini merupakan langkah “keseimbangan sulit” untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah ketidakpastian kebijakan bank sentral AS (The Fed), sembari memberi ruang bagi pemulihan sektor riil.

Danantara dan Ambisi Investasi Baru

Langkah transformatif lainnya ditandai dengan manuver Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Pada kuartal IV-2025, lembaga ini merencanakan investasi sebesar USD 10 miliar, di mana 80 persennya dialokasikan untuk proyek domestik di sektor energi terbarukan, pangan, dan infrastruktur digital. Investasi ini diharapkan menjadi motor pertumbuhan baru yang tidak lagi hanya bergantung pada siklus harga komoditas mentah.

Proyeksi 2026–2027: Jalan Panjang Menuju High-Income

World Bank dan IMF memproyeksikan Indonesia akan tetap tumbuh di kisaran 5,0 persen pada 2026 dan berpotensi meningkat menjadi 5,2 persen pada 2027. Namun, kunci utamanya terletak pada reformasi pasar tenaga kerja dan percepatan infrastruktur digital. Peningkatan kualitas internet dan digitalisasi layanan publik disebut sebagai fondasi krusial untuk menciptakan pekerjaan bernilai tambah tinggi yang mampu membayar upah standar kelas menengah.

Pertumbuhan 5 persen memang menjadi bukti ketahanan nasional, namun tahun 2025 mengingatkan kita bahwa stabilitas angka di atas kertas tidak selalu mencerminkan kesejahteraan di meja makan masyarakat. Tantangan ke depan bukan lagi sekadar mengejar angka, melainkan memastikan bahwa setiap persentase pertumbuhan mampu mengembalikan martabat ekonomi kelas menengah Indonesia

Penulis Ima Siti Fatimah, Merupakan Mahasiswi Magister Pendidikan Ekonomi UNJ

Tags: EkonomiOpini MahasiswaUniversitas Negeri Jakarta
Share198Tweet124SendScan
Previous Post

Remaja Dan Naposobulung HKBP Belilas Sukses Gelar Natal Sesuai Instruksi Ephorus

Next Post

Seleksi Terbuka JPT Pratama Muaro Jambi Belum Selesai, 10 Nama Calon Kadis Sudah Percaya Diri Dilantik ?

Related Posts

Bukan Lagi Bonus, Tapi Beban? Saat Generasi Produktif Tak Punya Arah

by Mimin
24/06/2025
0

Oleh : Makhmudah TAJOM.ID - Indonesia berada di puncak bonus demografi, sebuah fase langka dalam sejarah bangsa ketika mayoritas penduduk...

100 Hari Kepemimpinan Al Haris, HMI Korkom Unbari: Bukan Jambi Mantap, Tapi Jambi Gelap

by Mimin
13/06/2025
0

TAJOM.ID, JAMBI - 20 Februari 2025 lalu Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik seluruh kepala daerah se-Indonesia yang telah ditetapkan...

Islamic Center Jambi: Ketika Simbol Kesalehan Dipermainkan Oleh Tangan Kotor

by Mimin
12/06/2025
0

TAJOM.ID - Pembangunan Islamic Center Jambi semestinya menjadi simbol spiritual dan kemajuan peradaban Islam di tanah Melayu. Namun, di balik...

Next Post

Seleksi Terbuka JPT Pratama Muaro Jambi Belum Selesai, 10 Nama Calon Kadis Sudah Percaya Diri Dilantik ?

Geruduk Gudang BBM Ilegal Simpang Sungai Duren, GSPI Minta APH Tindak Tegas

Dorong Transparansi Tata Kelola Aset Daerah, BEM Nusantara Jambi Pertanyakan Status Administratif Kincai Plaza

Komisi IV DPRD Kota Jambi Komit Perbaiki Sarana Pendidikan

DPRD dan Pemkot Jambi Sepakati Perkuat Koordinasi Program Daerah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Arsip

Kalender

November 2026
SSRKJSM
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30 
« Okt    
Nusa Melaka

Copyright © 2025 NusaMelaka.com

  • Beranda
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Tentang Kami
  • Perlindungan

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • Peristiwa
  • OPINI
  • ARTIKEL

Copyright © 2025 NusaMelaka.com