NUSAMELAKA.COM, JAMBI – Aktivitas stockpile batu bara milik PT SAS di kawasan Aur Kenali memicu kekhawatiran DPRD Kota Jambi terkait dampak lingkungan dan kesehatan masyarakat. Hal itu terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat lintas Komisi I dan Komisi III yang digelar Selasa (10/2/2026).
Ketua Komisi III DPRD Kota Jambi, Umar Faruq mengatakan DPRD menerima banyak aspirasi masyarakat yang merasa resah terhadap keberadaan stockpile batu bara di kawasan tersebut.
Menurutnya, persoalan ini harus menjadi perhatian serius karena lokasi stockpile berada di kawasan padat penduduk dan berdekatan dengan fasilitas pendidikan.
Dalam rapat tersebut, DPRD Kota Jambi juga menyoroti potensi pencemaran udara akibat debu batu bara yang dikhawatirkan dapat mengganggu kesehatan masyarakat dalam jangka panjang.
Anggota DPRD Kota Jambi, Joni Ismed menilai keberadaan stockpile batu bara tidak sesuai dengan kondisi wilayah Kota Jambi yang bukan daerah tambang.
“Kalau untuk stok ketahanan pangan silakan, tapi kalau batu bara kami tolak. Dampaknya sangat besar. Kota Jambi bukan daerah tambang, jangan dijadikan lokasi stockpile karena tidak ada manfaatnya bagi masyarakat,” tegas Joni.
Ia menegaskan DPRD menolak aktivitas tersebut karena dinilai lebih banyak menimbulkan dampak negatif dibanding manfaat bagi masyarakat sekitar.
Selain berdampak terhadap warga, keberadaan stockpile batu bara juga dikhawatirkan mengganggu aktivitas akademik di Universitas Jambi dan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi yang berada tidak jauh dari lokasi.
DPRD Kota Jambi juga meminta Pemerintah Kota, Pemerintah Provinsi, hingga pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan polemik tersebut.
RDP lintas komisi itu menjadi bentuk keseriusan DPRD Kota Jambi dalam mengawal persoalan lingkungan dan memastikan kepentingan masyarakat tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan pembangunan di daerah.(*)




















