JAMBI – DPRD Kota Jambi menyoroti kondisi psikologis korban dugaan kekerasan seksual yang kini mengalami trauma berat.
Korban berinisial C disebut mengalami tekanan mental hingga memilih mengurung diri di kamar.
Ibu korban, M, menyampaikan bahwa kondisi anaknya semakin mengkhawatirkan.
Ia bahkan mengungkapkan adanya keinginan korban untuk mengakhiri hidup.
“Anak saya kondisinya saat ini tidak mau keluar dari kamar, mengurung diri, sehingga dia curhat dengan temannya ingin mengakhiri hidupnya,” katanya kamis (29/1).
DPRD Kota Jambi menilai kondisi ini membutuhkan perhatian serius dari semua pihak.
Hal tersebut disampaikan oleh ketua DPRD Kota Jambi, kemas Faried, menurutnya Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Jambi.
Dalam hal ini pemerintah melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) akan menurunkan psikolog untuk membantu pemulihan mental korban.
“Untuk melakukan koordinasi pendalaman terkait mental, jadi nanti ada psikolog yang datang ke rumah korban,” ujarnya.
Pendampingan psikologis menjadi langkah penting dalam proses pemulihan korban.
DPRD berkomitmen untuk memastikan korban mendapatkan perlindungan maksimal.(*)




















